Dari Bilik ke Bilik, Penyuluh Agama KUA Ngaringan Tebar Penguatan Rohani

Table of Contents


Ngaringan — Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Ngaringan melaksanakan kegiatan Bimbingan Rohani (Bimroh) bagi para pasien di Puskesmas Ngaringan, Senin (02/02/2026). Kegiatan ini dimulai pukul 09.00 WIB dengan tujuan memberikan penguatan spiritual kepada pasien agar tetap memiliki keteguhan iman dan ketenangan batin di tengah kondisi sakit yang dialami.

Dalam pelaksanaannya, para penyuluh agama Islam memasuki satu per satu bilik perawatan yang diisi pasien. Di setiap bilik, penyuluh memberikan nasihat keagamaan, motivasi, serta penguatan rohani, dengan harapan meskipun kondisi fisik sedang sakit, rohani para pasien tetap sehat, kuat, dan optimis.

Salah satu penyuluh agama Islam KUA Ngaringan, Moch. Herlanto, dalam penyampaiannya menegaskan pentingnya sikap ridha dan berserah diri kepada Allah SWT dalam setiap keadaan, baik sehat maupun sakit.

“Keadaan sehat maupun sakit merupakan ketentuan dari Allah SWT. Oleh karena itu, saya berharap kita semua senantiasa dalam keadaan ridha kepada-Nya, karena setiap ketentuan pasti mengandung hikmah. Bisa jadi dengan diberi sakit, seseorang akan menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya dan diampuni dosa-dosanya,” tutur Moch. Herlanto.

Kegiatan bimbingan rohani ini disambut dengan penuh haru dan antusias oleh para pasien serta keluarga yang mendampingi. Kehadiran penyuluh agama di ruang-ruang perawatan memberikan ketenangan tersendiri dan menjadi penguat spiritual bagi pasien dalam menghadapi proses pengobatan.

Setelah penyampaian bimbingan rohani, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh Arif Wibowo, Penyuluh Agama Islam KUA Ngaringan. Doa dipanjatkan agar para pasien diberikan kesembuhan, kekuatan, serta kesabaran dalam menjalani ikhtiar pengobatan.

Melalui kegiatan Bimroh ini, KUA Ngaringan berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan keagamaan yang menyentuh langsung masyarakat, tidak hanya di ruang ibadah, tetapi juga di ruang-ruang pelayanan publik seperti fasilitas kesehatan, sebagai wujud pelayanan keagamaan yang humanis dan penuh empati.