Keutamaan dan Amaliah Malam Nishfu Sya’ban

Table of Contents

 

Bulan Sya’ban merupakan salah satu bulan mulia dalam Islam. Di dalamnya terdapat satu malam yang memiliki keutamaan besar, yaitu malam Nishfu Sya’ban (pertengahan bulan Sya’ban). Para ulama sejak generasi salaf telah mengagungkan malam ini dan menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak amal ibadah sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT

Pada tahun 1447 H, malam Nishfu Sya’ban jatuh pada Senin malam Selasa, 2–3 Februari 2026.

Keutamaan Malam Nishfu Sya’ban

Allah SWT menyediakan waktu-waktu istimewa sebagai ladang amal dan rahmat bagi hamba-Nya. Salah satunya adalah malam Nishfu Sya’ban. Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam Al-Qur’an:

یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ ٱرۡكَعُوا۟ وَٱسۡجُدُوا۟ وَٱعۡبُدُوا۟ رَبَّكُمۡ وَٱفۡعَلُوا۟ ٱلۡخَیۡرَ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Rukuklah, sujudlah, sembahlah Tuhanmu, dan berbuatlah kebaikan agar kamu beruntung.”
(QS. Al-Hajj: 77)

Ayat ini menjadi dalil umum bahwa umat Islam dianjurkan memperbanyak amal kebaikan kapan pun, terlebih pada waktu-waktu yang memiliki keutamaan khusus seperti malam Nishfu Sya’ban

Rasulullah SAW juga bersabda:

إذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ، فَقُومُوا لَيْلَهَا، وَصُومُوا نَهَارَهَا؛

“Apabila tiba malam Nishfu Sya’ban, maka hidupkanlah malamnya dan berpuasalah di siang harinya.”
(HR. Ibnu Majah dan Al-Baihaqi)

Hadis ini menunjukkan anjuran untuk mengisi malam Nishfu Sya’ban dengan ibadah serta berpuasa pada siang harinya sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT

Malam Pengampunan dan Pengabulan Doa

Malam Nishfu Sya’ban dikenal sebagai malam penuh ampunan. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Allah SWT membuka pintu ampunan dan pengabulan doa pada malam tersebut. Imam Syafi’i rahimahullah bahkan menyebut malam Nishfu Sya’ban sebagai salah satu dari lima malam yang doa-doanya mustajab.

Syekh Ibnu Hajar Al-Haitami menegaskan bahwa malam ini memiliki keistimewaan khusus berupa ampunan dosa dan pengabulan doa, yang membedakannya dari malam-malam lainnya.

Amaliah yang Dianjurkan pada Malam Nishfu Sya’ban

Beberapa amalan yang dianjurkan untuk dilakukan pada malam Nishfu Sya’ban antara lain:

  1. Memperbanyak shalat sunnah, baik secara berjamaah maupun sendiri.
  2. Membaca Al-Qur’an, seperti Surat Yasin atau surat-surat lainnya.
  3. Memperbanyak dzikir dan istighfar.
  4. Berdoa dengan penuh keikhlasan, terutama pada sepertiga malam terakhir.
  5. Berpuasa pada tanggal 15 Sya’ban sebagai lanjutan dari ibadah malamnya.

Selain ibadah personal, umat Islam juga dianjurkan untuk membersihkan hati, memaafkan sesama, dan menghilangkan sifat dengki serta permusuhan. Sebab, dalam hadis disebutkan bahwa ampunan Allah pada malam Nishfu Sya’ban tidak diberikan kepada orang yang musyrik dan orang yang masih menyimpan kebencian terhadap sesama Muslim

Meneladani Ulama Salaf

Ibnu Rajab Al-Hanbali mencatat bahwa para tabi’in di wilayah Syam, seperti Khalid bin Ma’dan dan Makhul, sangat mengagungkan malam Nishfu Sya’ban dan bersungguh-sungguh dalam beribadah pada malam tersebut. Tradisi ini kemudian diikuti oleh kaum Muslimin di berbagai daerah sebagai bentuk penghormatan terhadap malam yang mulia ini

Penutup

Malam Nishfu Sya’ban adalah momentum spiritual yang sangat berharga. Melalui ibadah, doa, dan perbaikan hubungan sosial, umat Islam diajak untuk mempersiapkan diri menyambut bulan Ramadhan dengan hati yang bersih dan iman yang lebih kuat.

Semoga Allah SWT memberikan kita taufik untuk menghidupkan malam Nishfu Sya’ban dengan amalan terbaik dan menerima seluruh ibadah kita. Aamiin.